5 Hal yang Perlu Kamu Tahu untuk Melintasi Banjir

Melintasi banjir bukan hanya modal berani, kamu harus punya strategi -dan tentunya skill mengemudi yang mumpuni, jika tidak? Mobil bisa jadi malah rusak. Jadi, jangan asal berani, ini lima hal yang perlu kamu tahu untuk melintasi banjir.

  • Cek ketinggian banjir yang akan dilintasi

Sebelum melintas ruas jalan yang terendam bajir, pastikan kamu mengetahui seberapa tinggi permukaan air. Hal itu bisa diketahui dengan memperhatikan kendaraan lain yang melintas di ruas jalan tersebut.  Selain mobil yang melintas, untuk memperkirakan tinggi muka air, sejumlah benda yang ada di lokasi banjir juga bisa dijadikan acuan, antara lain marka jalan, dan trotoar.

  • Kenali kemampuan mobil kamu

Ini juga fatal, salah memperkirakan kemampuan mobil kamu dalam melintas banjir, dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraan. Contohnya adalah apa jenis mobil yang kamu pakai, berapa ground clearance dan jarak aman mesin hingga ke tanah, bagaimana ketahanannya terhadap genangan air dan sebagainya. Jika muka air terlalu tinggi, maka air bisa masuk ke ruang mesin, dan sudah pasti kelistrikan mobil anda akan rusak. Paling fatal, air masuk ke ruang bakar melalui saringan udara dan menyebabkan mesin rusak berat. Bila mobil kamu berjenis sedan ataupun city car, jangan paksakan untuk melintasi banjir. Cari alternatif jalan lain. Ketinggian air paling aman, yaitu ketinggian air hanya mencapai setengah ban.

  • Gunakan gigi rendah, serta jaga jarak aman

Setelah kamu yakin mobil mampu menerobos banjir, pastikan melaju dengan gigi paling rendah. Hal itu penting karena kamu harus melaju secara perlahan. Jika kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi, maka akan terjadi gelombang tinggi. Kondisi demikian berpotensi membuat air masuk ke ruang mesin dan memicu sejumlah kerusakan. Jika memungkinkan, lalui banjir secara bergantian antara mobil yang satu dengan mobil lainnya. Namun jika sulit, jagalah jarak aman kamu dengan pengemudi lain. Hal ini bertujuan agar sebisa mungkin kamu tidak perlu berhenti di tengah-tengah genangan air.

  • Ikuti gelombang, dan bila manual: jangan setengah kopling

Saat melintasi banjir, bagian depan mobil menabrak air dan menciptakan gelombang. Gelombang ini akan bergerak maju searah serta dengan kecepatan tertentu dan meninggalkan celah air lebih dangkal di belakangnya. Kamu tak perlu mendahului rambatan gelombang itu, justru sangat baik untuk mengikutinya dari belakang. Jaga momentum mobil supaya kecepatan mobil dengan gelombang sama. Dengan begitu kamu seakan melintasi banjir yang lebih dangkal.

Untuk yang bertipe manual, sebisa mungkin lepaskan injakan kopling ketika melewati banjir. Biarkan plat kopling saling menempel erat dan melajukan mobil secara konstan. Terlalu sering menggunakan setengah kopling hanya memperbesar kemungkinan kopling terbakar dan menaikkan putaran mesin. Kedua hal itu akan sangat merugikan di tengah banjir.

  • Matikan mesin segera saat darurat

Dan, yang terakhir, terkadang kamu bisa salah perhitungan dan justru masuk ke banjir yang lebih dalam di tengah-tengah. Ketika ini terjadi, jangan panik. Lihat dan rasakan apakah mobil masih mungkin menembus di kedalaman ini atau mobil mulai bergeser akibat mengapung. Tapi bila ketinggian air sudah melampaui saluran masuk udara ke mesin atau bahkan kap mesin, langsung matikan mesin kamu segera. Begitu pula ketika terasa ada tanda-tanda mesin kemasukan air dan sudah mbrebet hendak mati. Dengan mematikan mesin lebih awal, kamu akan menghilangkan risiko terjadinya water hammer.

Mobil bisa jadi terendam interiornya. Tapi biaya perbaikannya relatif lebih murah ketimbang mesin mati akibat water hammer yang pada ujungnya menyebabkan mobil terendam juga. Tetap waspada dan berhati-hati, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *